 |
Promo
|
 |
Teras Promo |
| |
| |
|
| |
Istilah dan gagasan Aceh Green pertama kali diucapkan oleh Irwandi Yusuf sejak pertama kali terpilih sebagai Gubernur Aceh pada pemilihan kepala daerah Aceh secara langsung pada 2006.
Gagasan pengelolaan sumberdaya alam Aceh yang berkelanjutan dan adil telah dipikirkan Gubernur Irwandi sejak beliau bertahun-tahun bergerilya di hutan, semasa aktif di Gerakan Aceh Merdeka. Beliau prihatin setelah melihat hutan Aceh yang hancur karena dieksploitasi oleh para pemilik modal tetapi hasilnya tidak banyak dinikmati oleh masyarakat Aceh. Bahkan masyarakat hanya menanggung berbagai bencana yang diakibatkan oleh kerusakan hutan Aceh.
Setelah Irwandi terpilih sebagai gubernur Aceh, dia langsung bergerak cepat dengan menetapkan pembangunan Aceh harus berlandaskan pada pengelolaan sumberdaya alam Aceh yang berkelanjutan untuk kepentingan generasi mendatang, dan hasil-hasilnya dapat dinikmati secara adil oleh masyarakat.
Gubernur Irwandi menggarisbawahi sejumlah agenda Aceh Green yang strategis sebagai upaya membangkitkan perekonomian masyarakat Aceh, antara lain; di bidang kehutanan, bidang energi terbarukan, bidang perikanan dan kelautan, menata kembali tata ruang Aceh, , bidang infrastruktur publik serta aktivitas lain terkait pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan.
Aktivitas-aktivitas itu dikoordinasikan dalam satu wadah Sekretariat Aceh Green. Sekretariat ini bertugas memastikan semua agenda mendasar yang ditetapkan Gubernur Irwandi berjalan dan terintegrasi dalam seluruh tahapan perencanaan pembangunan Aceh yang dilakukan oleh perangkat Pemerintah Aceh tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sekretariat Aceh Green juga menjadi pusat informasi bersama tentang gagasan, ide dan kebijakan pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan demi terwujudnya cita-cita masyarakat Aceh yang sejahtera dan berkeadilan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan akses website kami:
|
|
| www.acehgreen.or.id |
|
|
|
|